Image

Economics Jazz IX

Jauh hari sebelum acara ini digelar Sabtu (17/5), aku sempat berkelakar dengan seorang teman, “Foto Lee Ritenour yang terpampang di depan FEB itu seakan berkata ‘Nggak usah datang! Nggak bakal kuat bayar tiket!”.

Lee Ritenour and friends 2

Lee Ritenour dan kawan-kawannya didatangkan jauh-jauh dari California. Masih belum mengerti kenapa mereka begitu dipuja. Padahal kalau dibanding Balawan atau Budjana tidak kalah. Bahkan mereka dapat membuat eksperimen, menggabungkan musik etnik dengan jazz. Lee hanya memainkan fushion jazz yang telah populer sejak 1960-an.

Monita

Monita mengenakan gaun yang indah malam itu. Beberapa lagu recycle dihadirkan, beberapa yang lain lagu miliknya sendiri.

penonton

Decak kagum mereka. Aku pun juga.

Phil Perry 2

Phil Perry di usianya yang menginjak kepala enam masih mampu memainkan lompatan-lompatan nada yang radikal dengan jangkauan oktaf yang tinggi

RAN

 

RAN sebelum meninggalkan panggung mengucapkan “Hargailah musisi-musisi dalam negeri”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s