Mengislamkan Prabowo dan Mengkafirkan Jokowi

Tahun 2014 memang tahun yang cukup menyusahkan bagi bangsa indonesia. Belum selesai dengan permasalahan yang melanda negerinya, harus menghadapi masa paling memilukan tiap lima tahun sekali: pemilu. Seperti biasa, para elit menjalani berbagai protokol, mulai dari pengambilan nomor urut sampai debat. Tentunya dengan saling melempar senyum dan pelukan. Seperti biasa pula, simpatisan masing-masing pendukung saling melempar cemoohan agar capres yang dijagokannya menang. Tidak jelas siapa yang berpura-pura. Atau semua hanya terjebak dalam kepura-puraan? Entahlah.

Terlepas dari itu semua, ada hal kecil yang menurutku cukup menarik untuk diperbincangkan. Kubu “islamis” banyak merapat ke Prabowo-Hatta. Banyak orang bilang,”Ah, itu mungkin karena wakilnya saja.” Bisa jadi. Tapi, agak aneh saja seorang Eks-Militer yang tidak pernah mengenyam pendidikan agama paling “sekuler” sekalipun didamba banyak kubu islamis.

Alasan kubu islamis berpihak Prabowo-Hatta karena terakomodasinya tuntutan mereka untuk menerapkan syariat islam. Pertama, hal ini tidak tercantum dalam visi-misi pasangan ini. Kedua, syariat islam macam apa yang mau diterapkan juga tidak jelas. Satu-satunya “bau” islami Prabowo hanya menjadi anggota Dewan Penasehat ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) di antara tokoh politik lain yang juga tidak jelas alasannya, kenapa dimasukkan sebagai kader. Karena keterbatasan akses informasi, arah gerakan ICMI pun sulit dilacak.

Mungkin alasan memilih Prabowo-Hatta karena tidak mau dipimpin oleh Jokowi. Dari sekian banyak propaganda yang dilontarkan oleh para haters Jokowi, salah satunya tentang isu penutupan Gang Dolly. Kabarnya, PDI-P tidak setuju atas penutupan pusat prostitusi ini. Jokowi capres dari PDI-P, yang menolak penutupan tempat “perzinahan”, dengan begitu anti-syariat islam, dengan begitu haram memilihnya. Analogi ini yang sering digunakan dalam black campaign mereka. Urusan kelamin memang paling sensitif buat kubu ini.

Akhirnya, upaya merebut suara umat islam dengan Mengislamkan Prabowo dan Mengkafirkan Jokowi menjadi persoalan yang tidak mudah untuk pendukung Prabowo-Hatta. Jokowi pun beragama islam, begitu juga JK. Tidak ada track-record negatif yang mencitrakan mereka anti-syariat, apalagi anti-islam. Aku hanya bisa bilang, semoga beruntung. Hati-hati di jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s