JS dan Hal-Hal yang Terlupakan

Dua puluh satu. Angka yang sering mengacu ke sebuah kemutakhiran. Namun, bagiku hanya angka yang tidak jauh beda dengan dua puluh atau dua puluh dua. Hanya sebuah mata rantai dari rangkaian proses panjang yang entah kapan akan selesai. Proses panjang manusia memaknai dirinya dan semesta yang ditinggalinya.

Maka tidak ada salahnya jika kita berhenti sejenak dan merefleksikan semua yang telah kita lakukan maupun tidak kita lakukan. Sebagai bentuk kepedulian, sekali lagi aku tekankan di sini, atas satu upaya yang selama ini kalian perjuangkan. Sampai kapan pun aku selalu yakin niat kalian baik. Aku hanya mencoba melakukan beberapa upaya, barangkali dalam proses yang dijalani ada debu-debu yang mengotori.

Kelesuan memang tidak dapat terhindarkan jika sudah menginjak pertengahan tahun, tak seperti semangat yang membara di awal tahun. Satu demi satu idealisme, impian, program, yang dicanangkan satu demi satu berguguran bak daun jati di musim kemarau. Aku tidak tahu persis apa yang telah terjadi. Aku pun tak tertarik untuk mencampuri urusan yang tak patut aku singgung lagi. Jika dugaanku salah, anggap saja ini sebagai bentuk penghiburan atas diriku sendiri.

Tidak bisa dipungkiri memang keputusan yang dulu aku ambil adalah keputusan terberat kedua dalam hidupku. Tapi memang aku sudah tidak punya pilihan waktu itu. Aku sudah melangkah terlalu jauh menginjak banyak benih yang harusnya aku rawat satu demi satu. Aku paham konsekuensinya. Kalian tentu tahu apa yang membuatku menunggu momen berkumpul bersama kalian lagi.

Entah kenapa, kepedulian itu selalu ada. Saat kalian melakukan sesuatu, batinku meronta, “Ah, andai dulu kata-kataku didengar sedikit saja…”; “Seandainya dulu aku berhasil meyakinkan kalian…”; “Andai aku masih punya kesempatan…”; dsb. Tapi apa daya, hanya kesunyian yang mampu terdengarkan. Aku selalu mengurungkan niatku menyampaikannya. Akhirnya, hanya doa yang ku panjatkan, semoga kalian diberi ketabahan dan kekuatan.

Barangkali keterikatan hati itu tak sekedar mitos belaka. Mengingat aku telah masuk dalam satu komunitas muslim yang memiliki kesadaran berdakwah, walaupun aku sendiri masih merasa belum layak menjadi bagian darinya. Aku telah masuk dan tak bisa lagi keluar. Tentu pengertian dakwah di sini merupakan pengertian yang hakiki, bukan sekedar kegiatan dakwah yang dihasilkan oleh formalitas tertentu. Berbicara dakwah juga akan berbicara permasalahan sosial, politik, budaya, sejarah, dan dimensi-dimensi lain yang akhir-akhir ini sering diabaikan oleh para pegiat dakwah.

Maka dari itu, aku ingin melepaskan satu dari sekian banyak beban waktu itu. Agar aku bisa punya lebih banyak waktu untuk belajar. Jika memang nanti kesimpulan yang aku dapat adalah penyesalan, maka aku tidak akan segan kembali dan minta maaf. Jika semakin banyak pembenaran yang aku dapat, maka aku pun dapat mengasah keahlian dan memperluas wawasanku untuk membuat kalian lebih mengerti. Tentu tetap dengan permintaan maaf, karena beban yang seharusnya untukku kulimpahkan untuk kalian. Kalian masih bertahan sampai sekarang adalah satu hal yang patut diapresiasi. Aku tidak ingin membuat apresiasi dalam bentuk apa pun, agar apresiasi paling agung dariNya tetap bisa kalian rasakan.

Waktu bisa mengubah banyak hal, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa diubah oleh waktu. Masing-masing dari kita memiliki jalan, ada yang sudah terbuka lebar, ada yang masih mencari-cari. Barangkali akan lebih banyak hal yang nanti semakin menyibukkan kita dan tak sempat lagi menengok ke belakang. Akan tetapi, paling tidak aku akan selalu ingat ruang di hati yang pernah terisi oleh banyak hal luar biasa itu tak akan tertumpuk hal-hal lain. Ruang itu begitu khusus dan eksklusif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s