Ini yang Perlu Dilakukan Para Wirausahawan Muda

Berwirausaha bukan hanya soal mendapat untung sebanyak-banyaknya, melainkan sebuah jalan hidup atas dasar ketidakpuasan akan penyediaan barang/jasa yang sudah ada. Ketidakpuasan di sini bisa berupa etika dalam proses penyediaan barang/jasa tersebut. Misalnya, jika kita melihat menjamurnya junkfood untuk memenuhi permintaan manusia modern. National Geographic Indonesia sempat membuat reportase mengenai wajah baru kelaparan di Amerika pada Edisi Agustus 2014 lalu. Dalam salah satu rubriknya menyebutkan, kini kelaparan tidak menampakkan dirinya dalam tulang yang berbalut kulit keriput, melainkan dalam tubuh obesitas. Terlihat ironis memang, badan yang gemuk mengalami kelaparan. Pasalnya, banyak orang Amerika hanya peduli soal mengenyangkan perutnya ketimbang memperhatikan gizi yang dibutuhkan tubuhnya. Belum lagi jika kita berbicara soal kanker yang menjadi pembunuh nomor dua setelah jantung.

Berangkat dari satu persoalan inilah wirausaha dapat mengambil peran untuk menyediakan satu penawaran yang tidak hanya berangkat dari permintaan pasar, melainkan perimbangan soal tanggung jawab sosial. Hal ini berkaitan erat pula dengan sustainability (ketahanan), sebab dengan mempertimbangkan tanggung jawab sosial, kita bisa ikut andil dalam membangun perekonomian yang berkelanjutan. Pertanyaannya, ketika berbagai persoalan sosial menjadi bagian dari prinsip kerja, bagaimana mempertahankan profit terus meningkat dan akumulasi modal terus bertambah? Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan:

  1. Kampanye sekaligus strategi pemasaran

Di tengah gurita korporasi besar yang dapat menghadirkan barang dengan harga yang murah, kita perlu berpikir keunggulan yang dimiliki produk yang akan kita pasarkan. Di sinilah fungsi edukasi diperlukan untuk membongkar bagaimana sebenarnya korporasi besar memainkan visual untuk membuat tipu daya akan barang yang dipasarkannya. Setelah sadar akan berbagai kerugian yang ditimbulkan, barulah kita dapat bermain menjadi ‘penyelamat’ menyediakan barang alternatif. Analisis pesaing yang mendalam diperlukan untuk membuat strategi yang tepat. Dengan demikian, harga yang lebih mahal tidak terlalu menjadi hambatan.

  1. Mempertimbangkan passion

Bergelut dalam dunia usaha akan menguras banyak tenaga dan pikiran. Melangkah dari satu kegagalan demi kegagalan lain tidak bisa dihindari, sedalam apa pun ilmu yang dikuasai. Maka dari itu, dibutuhkan hasrat yang kuat untuk mencapai keberhasilan. Banyak orang menyerah hanya karena satu-dua kegagalan, sebab mereka terlalu banyak memikirkan permintaan pasar daripada keinginan pribadi. Padahal, justru passion lah yang menjadi kekuatan utama untuk mendobrak berbagai batasan, diantaranya mata yang terbuka lebih daripada biasanya; otot yang menegang lebih daripada biasanya; otak yang berpikir lebih keras daripada biasanya; dll.

  1. Melihat realitas pasar dengan cermat

Dalam mata rantai perekonomian, berbagai aktor bermain dengan perannya masing-masing. Setelah menemukan passion yang kita sukai, pertanyaan yang perlu dijawab, bagaimana kita mengambil peran dalam satu mata rantai produksi. Bergitar.com merupakan salah satu yang mencoba mengambil peluang ini. Di satu sisi ada permintaan gitar custom yang murah dan berkualitas, di sisi lain ada pengrajin yang dapat memenuhinya. Usaha yang baru seumur jagung ini menjadi salah satu mata rantai dengan menerapkan sistem E-commerce. Mengingat begitu rawan penipuan di dunia maya dan tidak semua pula pengrajin yang bisa dipercaya dan menghasilkan kualitas prima, disinilah bergitar.com mengambil peran. Kita berusaha memperoleh kepercayaan pelanggan dengan berbagai strategi di satu sisi dan mengontrol proses pemenuhan pesanan dengan menjaga kualitas di sisi lain.

Lagi-lagi ini soal pilihan, seberapa besar kita mengakomodasi tanggung jawab sosial, passion, dan permintaan pasar. Tawar-menawar ketiganya akan menghasilkan satu produk yang unggul di berbagai sisi. Konsep yang matang dan pola pikir yang cermat diperlukan untuk menentukan berapa besar waktu, tenaga, dan uang yang akan kita gelontorkan. Jika memang serius menggeluti dunia wirausaha, memang harus berani rugi dan mempertaruhkan banyak hal. Investasi yang setengah hati tidak akan menghasilkan apa-apa. Maka, jika telah dapat mengumpulkan keberanian untuk gambling, tidak ada kata lain untuk terus melangkah dan belajar dari satu kegagalan dan kegagalan lain. Kalau tidak punya keberanian, sebaiknya jadi pegawai saja, yang patuh pada atasan dan menjebakkan diri dalam zona nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s